Berakhir tanpa basa-basi
catatan Dahlan Iskan


Untuk apa uang sebanyak Rp 18 triliun yang akan segera dimiliki keluarga Sampoerna dari hasil penjualan seluruh sahamnya di pabrik rokok Sampoerna?
Yang tahu tentu hanya keluarga Sampoerna sendiri. Orang lain hanya bisa berspekulasi. Misalnya, ada yang bilang akan terjun ke bisnis pembangkit listrik dan bisnis energi. Ada juga yang menyebut akan terjun ke bisnis telekomunikasi dan komputer. Lalu, ada yang berspekulasi bahwa keluarga Sampoerna akan terjun ke bisnis infrastruktur. Bahkan, ada yang berani menduga Sampoerna akan membuka bisnis perjudian di Rusia.

Mungkin dugaan itu ada yang betul, tapi mungkin juga salah semua. Tentu, keluarga Sampoerna akan masuk ke bisnis yang lebih menguntungkan daripada, misalnya, sekadar didepositokan atau direksadanakan (meski dengan reksadana saja, tanpa bekerja apa pun, uang itu sudah akan menghasilkan bunga lebih dari Rp 150 miliar setiap bulan).

Yang jelas, keluarga Sampoerna kelihatannya meninggalkan sama sekali bisnis rokok yang dirintis kakek Putera Sampoerna, pengendali perusahaan itu sekarang. Alasan yang paling benar juga hanya keluarga Sampoerna yang tahu. Bisa jadi, sangat "ilmiah" di mana, menurut analisis, pada masa depan, orang semakin takut merokok. Bisa juga sangat "moralis", yakni keluarga itu tidak mau lagi bisnis yang "meracuni" masyarakat. (Salah satu keluarga penting di situ menjadi seorang pendeta dan sama sekali tidak mau merokok).

Apa pun alasannya, Putera Sampoerna telah menutup bisnis yang diwariskan kakeknya itu secara (menurut istilah orang pesantren) khusnul khatimah: berakhir dengan hebat!

1. Keluarga mendapat hasil penjualan yang sangat memuaskan.

2. Pabrik akan tetap hidup dan langgeng karena jatuh ke kelompok yang memang ahlinya. Bahkan ahli di tingkat dunia. Ini berbeda dari kasus Bentoel, pabrik rokok kebanggaan Indonesia pada masa lalu. Bentoel tidak kunjung membaik karena jatuh ke pemilik baru yang citranya lebih ahli di bidang rekayasa keuangan daripada rekayasa industri rokok.

3. Pemegang saham publik juga diuntungkan karena kalau segera diadakan tender offer, mereka bisa menawarkan harga sahamnya dengan PER 19 kali.

4. Nama Indonesia akan berkibar dalam jagat rokok internasional dan hal itu akan berpengaruh besar pada iklim usaha lainnya di Indonesia.

5. Bursa saham Indonesia mencatat rekor baru yang sangat bersejarah.

Mungkin Putera Sampoerna sudah sangat dalam memikirkan hal itu. Bisa jadi, suatu saat kelak, Sampoerna "kalah" dalam persaingan (baik persaingan dengan pemain global maupun persaingan dengan gerakan antirokok), sehingga kian lama kian lemah dan akhirnya mengecil atau mati. Tentu, Putera tidak mau di tangan dirinya perusahaan warisan leluhur tersebut berakhir dengan tragis.

Dengan caranya ini, Putera bisa membuat langkah besar dan tidak kalah bersejarah dibandingkan yang dilakukan kakeknya pada abad lalu.

Tentu bukan hanya Sampoerna yang berpikiran seperti itu. Keluarga Gudang Garam, misalnya, belakangan sangat agresif dalam membuka perkebunan kelapa sawit. Baik di Sumatera maupun Kalimantan. Kalau sedang terbang dari satu kota ke kota lain di Sumatera atau dari satu kota ke kota lain di Kalimantan, saya sering bertemu para ahli yang memperkenalkan dirinya sebagai tenaga ahli perkebunan yang disewa Gudang Garam. Kalau selama ini keluarga Gudang Garam membuat sejarah sebagai penghasil rokok terbesar di Indonesia, siapa tahu tidak lama lagi mereka akan dikenal sebagai pemilik lahan kelapa sawit terbesar di negeri ini.

Keluarga Djarum sudah sering dipublikasikan sangat agresif dalam memasuki bisnis properti. Termasuk, mengambil alih dan membangun kembali Hotel Indonesia di jatung Kota Jakarta yang akan disatukan dengan pusat bisnis dan Hotel Wisata Internasional. Jangan-jangan, Djarum juga akan menjadi pemilik mal atau sejenisnya terbanyak di Indonesia.

Kelihatannya, semua pabrik rokok besar di Indonesia sudah menyiapkan diri untuk menghadapi keadaan masa depan yang mungkin kurang baik bagi industri rokok. Hanya, Sampoerna menghadapinya dengan rasional, tanpa romantisme, dan kali ini tidak basa-basi!


sumber: jawapos.com


© oesoep835


About me ..? || Lee_nux79 banget !! || Sekapur (tanpa) Sirih || Untuk Sahabat (baru) || Kata Mereka || Oooopps i did it !! || intip kamar oesoep835 || Click n' Win !! || Teladan Sempurna || House Of Sampoerna || Parade Iklan [ part I ] || Parade Iklan [ part II ] || Suatu siang di Bukit Timah Road || Berakhir Tanpa Basa Basi || Ketika Pabrik Rokok Itu Berpindah Tangan

 
Blogdrive      Site Meter